Minggu, 05 September 2010

Uwi, yang tumbuh membelit


Masih ingat tanaman uwi? Ya, tanaman ini mempunyai batang berbentuk persegi dan berwarna dengan jenisnya. Perbedaan tersebut antara lain pada warna batangnya ( hijau keungu-unguan dengan hijau ). Batang uwi tidak berduri dan membelit pada batang pohon kearah kiri atau menjalar dipermukaan tanah. Tanaman ini tidak mempunyai duri akar.

Di Jogjakarta, ditemukan berbagai jenis uwi. Berbagai jenis tersebut dibedakan berdasarkan warna daun, batang dan umbinya.

1. Uwi ulo
Berwarna putih putih, bentuknya bulat panjang seperti ulo. Menurut masyarakat, uwi jenis ini tumbuhnya melingkar lingkar seperti ular, hingga kepermukaan tanah.

2. Uwi wulung
Berwarna ungu. Ciri khas uwi ini adalah hampir semua bagian tanaman berwarna ungu ( umbi, tunas, batang, lekukan pangkal daun ).

3. Uwi beras
Seperti namanya, umbi ini berwarna putih dan kulitnya berwarna coklat.

4. Uwi bangkulit
Nama bangkulit sebenarnya merupakan singkatan dari bang=abang ( merah ) dan kulit. Artinya uwi yang kulitnya berwarna merah keunguan dan daging umbi berwarna putih.

5. Uwi jengking
Nama yang cukup menarik. Dinamakan demikian karena bentuk umbinya memanjang, sehingga orang harus jengking ( nungging, bhs jawa ) untuk mengambilnya. Ciri khas lain, uwi ini selalu mempunyai umbi gantung yang disebut becicing, yang bisa dimakan atau digunakan sebagai alat perkembang biakan.

Pemanfaatan umbinya, sebagai bahan pangan. Pengolahannya sangat sederhana, yaitu dengan direbus, dikukus, digoreng atau dibakar. Hingga saat ini pemanfaatan dengan dibuat tepung masih jarang. Adapun uwi yang biasa dimanfaatkan masyarakat sebagai obat thypus adalah uwi jenis wulung.

Kandungan gizi dalam 100 gram uwi terdapat : kalori 101 kal, protein 2,0 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 19,8 gr, kalsium 45 mg.

Gambar atas : Uwi bangkulit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar