Jumat, 03 September 2010

Ganyong , bahan kue dan roti


Ganyong (Canna Edulis Ker) adalah sejenis tumbuhan penghasil umbi yang kurang populer dibandingkan ubi jalar atau ubi kayu. Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di daerah Peru, Bolivia, dan Equador. Ganyong banyak dikenal dengan berbagai macam nama daerah. Ada yang menyebut sebagai “buah tasbih”, “ubi pikul”, “ganyal”, “ganyol”, ataupun “sinetra”. Sementara ini, sekurangnya ada dua provinsi sebagai sentral ganyong yakni Jawa Tengah (Klaten, Wonosobo, dan Purworejo) dan Jawa Barat (Majalengka, Sumedang, Ciamis, Cianjur, Garut, Lebak, Subang, dan Karawang).
Bentuk tanaman ganyong adalah berumpun dan merupakan tanaman herba, semua bagian vegetatif yaitu batang, daun, serta kelopak bunganya sedikit berlilin. Tanaman ini tetap hijau di sepanjang hidupnya dan di akhir hidupnya di mana umbi telah cukup dewasa, daun, dan batang mulai mengering. Keadaan seperti ini seakan-akan menunjukkan bahwa tanaman mati, padahal tidak, karena bila hujan tiba maka rimpang atau umbi akan bertunas dan membentuk tanaman lagi. Tinggi tanaman ganyong antara 0,9 - 1,8 meter. Bahkan di Queensland dapat mencapai 2,7 meter. Sedang untuk daerah Jawa, tinggi tanaman ganyong umumnya 1,35 - 1,8 meter.
Umbi ganyong mengandung pati meskipun tidak sebanyak ubi jalar

Tetapi, ganyong cukup berpotensi sebagai sumber hidrat arang. Data Direktorat Gizi Depkes RI menyebutkan bahwa kandungan gizi umbi ganyong tiap 100 gram secara lengkap terdiri dari kalori 95,00 kal; protein 1,00 g; lemak 0,11 g; karbohidrat 22,60 g; kalsium 21,00 g; fosfor 70,00 g; zat besi 1,90 mg; vitamin B1 0,10 mg; vitamin C 10,00 mg; dan air 75,00 g.
Selama ini pemanfaatan umbi ganyong hanya sebatas direbus untuk dibuat camilan. Padahal umbi ganyong bisa dimanfaatkan menjadi produk sumber pangan lainnya, salah satunya adalah menjadi mie ganyong. Untuk membuat mie ganyong, awalnya harus membuat pati ganyong terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan mengolah pati tersebut menjadi mie atau biasanya disebut minyong (mie dari ganyong. Ada pula yang mengolah pati ganyong ini untuk berbagai macam makanan populer seperti rambak ganyong, songgo buwono, cake coklat,ongol-ongol, geplak ganyong dll.

Semua bagian tanaman ganyong bisa dimanfaatkan. Umbi yang dewasa dapat dimakan dengan mengolahnya lebih dulu atau untuk diambil patinya. Sisa umbinya yang tertinggal setelah diambil patinya dapat digunakan sebagai kompos. Sementara pucuk dan tangkai daun muda dipakai untuk pakan ternak. Bunga daunnya yang cukup indah dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Nah, jangan ragu lagi untuk memilih tanaman ganyong ini sebagai salah satu tanaman pilihan Anda, karena begitu banyak manfaat dari tanaman ini. Masih banyak lagi tanaman di sekitar kita, yang tanpa kita sadari ternyata tanaman tersebut memiliki banyak manfaat bagi kehidupan kita.


Gambar atas : Ganyong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar