Senin, 06 September 2010

Garut , sebagai alternatif berbagai makanan


Ketika hari raya Idul Fitri yang lalu kami pergi kerumah saudara, ada setoples camilan yang menyerupai emping. Dan pada waktu kami cicipi, hampir mirip rasa emping... karena dibumbui dengan bawang potih dan garam, seperti kebiasaan kami di rumah.
Ternyata itu adalah emping garut...hmm boleh juga jadi alternatif camilan, karena pasti tidak menyebabkan asam urat.

Ada beberapa macam garut yaitu Garut Sili, Garut Belang, dan Garut Sembowo. Dari ketiganya, bentuknya hampir sama, hanya ukuran saja yang membedakannya. Garut Sili lebih kecil ukurannya dari kedua jenis garut lainnya. Sedangkan umbi belang mempunyai cirikhas daunnya bergaris-garis putih.

Pembudidayaan umbi garut dengan cara menggunakan tunas dari umbi yang sudah tua. Jika satu umbi dipotong-potong sesuai jumlah ruasnya, maka setiap potong umbi berpotensi tumbuh menjadi tanaman baru.

Bagian yang dapat dimanfaatkan dari tanaman garut adalah umbinya. Umbi tersebut digunakan sebagai bahan pangan, obat ataupu bahan industri.
Daun dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pembungkus makanan.
Umbi garut dikonsumsi dengan direbus atau dikukus. Seiring dengan perkembangan jaman, sekarang ada pula emping garut. Masyarakat lokal juga telah membuat pati garut sebagai bahan pembuat makanan, sebagai pengganti tepung terigu. Pati garut telah diakui oleh masyarakat dan pakar ilmu gizi, amat baik untuk makanan bayi maupun orang dewasa karena mengandung banyak serat.
Pati garut dapat dioleah menjadi aneka macam produk makanan seperti dawet, kue basah dan kue kering.

Dari umbi ini bisa dihasilkan 20% tepung, 10% pati. Pati garut semakin diminati, maka harganya semakin tinggi. Hal ini menunjukkan suatu hal yang baik, karena menyehatkan masyarakat dan akan meningkatkan penghasilan dari petani yang membudidayakan.

Gambar atas : Garut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar