Rabu, 15 September 2010

Sambiloto


Sambiloto tumbuh menyebar diberbagai pelosok daerah di Indonesia. Tanaman ini banyak ditemukan ditepi sungai dan tanah pekarangan kosong yang lembab. Seluruh bagiannya mempunyai rasa pahit. Sambiloto ini populer sebagai tanaman obat karena sering direkomendasikan oleh para herbalis terkenal.

Khasiat sambiloto adalah sebagai anti racun, anti kanker, anti radang dan anti bengkak. Selain itu juga bermanfaat sebagai penyembuh infeksi dan mampu meningkatkan aktivitas kelenjar-kelenjar tubuh.

Dari berbagai penelitian, sambiloto mengandung zat-zat aktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti andrographolid yang rasanya sangat pahit, minyak asiri dan flavonoid. Zat-zat tersebut berfungsi mencegah penggumpalan darah, menurunkan kadar glukosa didalam darah, menghambat dan menghancurkan inti kanker, anti bakteri, anti infeksi, sehingga dapat digunakan sebagai obat antibiotik untuk melawan virus. Saat ini, ekstrak sambiloto diketahui telah dipatenkan sebagai anti HIV.

Uji klinis sambiloto telah dilakukan oleh peneliti dalam negeri maupun luar negeri. Hasil pengujian itu akhirnya menjadi dasar bagi para herbalis dalam pelayanan kesehatan formal. Disamping itu, juga menjadi pertimbangan para dokter untuk merekomendasikan ekstrak sambiloto ini sebagai obat yang cukup efektif dan aman.

Kandungan lain dari herba ini adalah mineral, berupa kalium, kalsium, natrium dan asam kersik. Secara umum, penyakit yang dapat diobati dengan memanfaatkan khasiat sambiloto adalah kanker, hipertensi, diabetes melitus, radang ginjal akut, radang tenggorok, amandel, hepatitis, radang paru dan asma.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar