Selasa, 28 September 2010

Belas kasihan dan Vegetarian


Salah satu kualitas terhebat yang dimiliki manusia adalah belas kasihan. Diyakini secara umum bahwa kita harus memperlakukan orang lain seperti yang kita ingin diperlakukan. Nilai etis ini dapat dipraktekkan dalam semangat yang benar hanya jika kita memiliki kualitas belas kasihan dalam diri kita. Lebih jauh lagi, kita menunjukkan bukan hanya pada sesama manusia tetapi kepada semua makhluk didunia.
Belas kasihan bukan hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga bagi yang memilikinya. Ini telah dijelaskan oleh Thiruvalluvar dalam kata-kata yang paling indah : " Dunia yang luas dan berkembang dalam tiupan angin adalah saksi terhadap fakta bahwa mereka yang mempraktikkan belas kasihan tidak akan mengalami penderitaan".

Kualitas belas kasihan telah dipraktikkan di India sejak zaman dahulu kala. Nilai belas kasihan telah dipuji antara lain oleh Bhagwan Ram,Mahavit, Buddha, dll. Pada zaman yang lebih modern oleh Mahatma Gandhi. Di negara manapun, orang suci, orang kudus dan orang terpelajar sangat memuji kualitas belas kasihan, yang juga digambarkan sebagai kemurahan atau kebaikan hati.

Mahatma Gandhi dikenal sebagai nabi perdamaian dan tanpa kekerasan.Pada suatu hari Mohandas Karamchand Gandhi sedang duduk, datanglah seorang gadis miskin menemuinya. Ia mengenakan sari yang sangat kotor dan sobek-sobek. Gandhi bertanya kepadanya, "Saudari, kenapa engkau tidak membersihkan sarimu dan menjahit yang sobek?". Setelah ragu sejenak, gadis itu berkata, " Sahib, hanya jika saya mempunyai sari yang lain, saya bisa mencuci dan menjahit baju sari ini". Segera setelah Mohandas mendengar perkataan itu, ia merasa malu. Dipenuhi oleh semangat belas kasihan, ia segera mengambil selembar dhoti cadangan ditasnya sambil berkata, " Saudari, terimalah dhoti ini sebagai pemberian yang sederhana dari seorang saudara".
Tindakan belas kasih seperti itulah yang membuat orang memberinya nama "Mahatma Gandhi".

Hal yang menggembirakan, bahwa banyak kalangan terpelajar kini tertarik gaya hidup vegetarian karena banyaknya manfaat makanan vegetarian bagi kesehatan, tetapi ada pula yg tergerak oleh belas kasihan. Kualitas belas kasihan inilah yang membuat banyak pribadi besar menjadi vegetarian seperti Plato, Aristoteles, Socrates, Newton, Einstein, Leonardo da Vinci, Shakespeare dan yang lain.
Kita dapat menjadi vegetarian sejati hanya jika kita memiliki semangat belas kasihan, bukan hanya kepada manusia, tetapi kepada semua makhluk hidup. Benar jika dikatakan bahwa jika seorang pemakan daging melihat seekor hewan dibunuh dihadapan mata kepalanya sendiri, kemungkinan besar ia akan menjadi vegetarian. Sedemikianlah kualitas belas kasihan yang hebat. Seorang vegetarian kemungkinan besar akan sangat berbelas kasihan. Maka untuk menjadi vegetarian sejati, penting bagi kita untuk mengembangkan dan memperlihatkan nilai belas kasihan yang agung terhadap semua binatang, unggas, ikan, dan makhluk hidup yang lain, dengan bersumpah tidak membunuh atau menyiksa makhluk manapun bagi minat kita yang egois.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar